Senin, 09 November 2009

Hal-hal yang perlu diketahui saat makan di sushi restaurant

Apabila anda belum terlalu tau tentang jenis-jenis menu sushi, duduklah di sushi bar, dan tanyakan menu yang cocok untuk anda.
Tanyakan ikan apa yang lagi enak/bagus hari ini. Kualitas ikan tidak selalu sama kecuali untuk ikan-ikan yang sudah diternakkan, seperti salmon, hamachi, unagi. Rasa dan kekenyalan ikan tergantung pada jenis plankton yang dimakannya, dan bagian tubuhnya. Bagian ikan dekat kepala, dan ekor, akan terasa lebih kenyal.
Untuk pemula, mulailah dengan roll yang matang, seperti roll yang berisi tempura. Setelah anda terbiasa dengan nasi sushi, cobalah roll yang berisikan ikan mentah yang dibumbui, seperti spicy salmon, atau spicy tuna. Kemudian cobalah nigiri sushi yang berisikan jenis ikan kegemaran anda. Setelah anda mulai terbiasa, barulah mencoba sashimi/sushi combo untuk merasakan jenis-jenis ikan yang lain.
Apabila anda baru mau mencoba menikmati hidangan ikan mentah, cobalah pada sushi restaurant yang memiliki kredibilitas. Apabila anda menikmati hidangan ikan mentah yang tidak segar, maka anda tidak akan mau mencoba untuk yang kedua kalinya.
Ikan sangat cocok untuk dinikmati bersama sake atau white wine.

Minggu, 08 November 2009

Tips Membeli Produk Beku (Frozen Food)

Pembungkus masih bagus, tidak ada sobekan/kebocoran.
Tidak ada kristal es. Kalau ada berarti sudah di simpan terlalu lama.
Tidak ada perubahan warna pada bagian-bagian tertentu.
Masih beku pada saat penerimaan.

Tips memilih ikan segar

Kriteria ikan yang segar

Mata jernih.
Daging tidak lembek (kalau di tekan, cepat kembali ke bentuk semula).
Tidak ada perubahan warna pada bagian-bagian tertentu.
Setelah dibilas dengan air, tidak berbau amis.
Insang berwarna merah cerah dan tidak berbercak.

Tips Membuat Nasi Sushi

Jenis beras yang di pakai adalah short grain rice atau medium grain rice.
Perbandingan beras dan air adalah 1:1 (misalnya 1 cup air : 1 cup beras).
Untuk beras yang baru di panen yang kandungan airnya masih banyak air yang diperlukan lebih sedikit. Sedangkan untuk beras yang sudah lama setelah panen, perlu ditambahkan sedikit lebih banyak air, atau direndam selama 5 menit.

Cara memasak nasi sushi :

Bahan-bahan :
Medium grain rice
Sushi Su ( Seasoned rice vinegar for sushi)
Air
Ukur beras dengan gelas ukuran.
Bilas beras dengan perlahan dengan air sampai air jernih.
Tiriskan air dengan benar.
Tambahkan air
Setelah masak (lampu keep warm menyala), biarkan selama 15 menit
Campurkan segera sushi su dengan perbandingan 3:1 (misalnya 3 cup beras: 1 cup sushi su)
Aduklah dengan gerakan mengiris.
Dinginkan. Usahakan pada permukaan yang luas dan datar agar proses pendinginan lebih cepat.
Setelah nasi mencapai suhu suam-suam kuku, nasi sushi siap untuk di pakai.

Tips menghindari keracunan makanan

Hal-hal yang perlu diketahui untuk menghindari terjadinya keracunan makanan.
Hubungan antar suhu dengan pertumbumbuhan bakteri patogen.
Bakteri patogen yang terdapat pada bahan makanan mentah, akan berlipat ganda jumlahnya hanya dalam waktu 40 menit pada suhu ruangan. Makin banyak jumlah bakteri, makin besar kemungkinan seseorang terkena penyakit setelah memakan makanan tersebut.
Jangan membiarkan makanan yang mudah busuk satu jam pada suhu ruangan( .
Simpanlah makanan dan bahan mentah sesegera mungkin dalam chiller untuk menghentikan proses perkembangbiakan bakteri patogen. Bakteri patogen membuat warna pada ikan menjadi pudar, berlendir, dan berbau.
Suhu telapak tangan anda adalah suhu yang paling tepat untuk bakteri berkembangbiak, oleh sebab itu, cucilah tangan anda sesering mungkin. Adapun proses pencucian tangan yang baik dan benar adalah dengan menggosok-gosok tangan dengan sabun selama 20 detik dan membilasnya dengan air mengalir.
Untuk mempercepat proses pendinginan, taruhlah makanan panas itu dengan ketebalan tidak melebihi 5 cm. Dinginkan segera.
Apabila merendam daging mentah dengan bumbu/kuah bumbu, taruhlah segera dalam chiller. Cuka tidak membunuh bakteri, melainkan hanya memperlambat proses penggandaan.
Apabila melelehkan daging beku, simpan daging beku tersebut dalam chiller, bukan dengan air keran atau di taruh di luar. Untuk melelehkan daging beku seberat 2 kg di chiller butuhkan waktu sekitar 24 jam. Siapkanlah apa yang perlu dilelehkan sehari sebelumnya.
Apabila ingin melelehkan dengan microwave, harus segera di masak.
Simpanlah selalu makanan dingin di tempat yang bersuhu kurang dari 4° C dan makanan panas pada suhu ruang yang lebih panas dari 60 ° C (oven).
Kebersihan
Cucilah tangan anda dengan sabun dan air hangat sebaik mungkin. (20 detik) sebelum memulai pekerjaan.
Cucilah dengan sabun cutting board, sink, dan area sekitar cutting board dan dapur yang akan anda gunakan untuk melakukan kegiatan produksi makanan dengan sabun.
Buat larutan 1 sendok the bleach dengan 1 liter air (jangan melebihi 1 sendok the bleach, akan menjadi racun), dan cucil atau rendamlah lap yang bekas anda gunakan dalam larutan tersebut sesering mungkin.
Cucilah sayuran di air dingin yang mengalir dengan tidak menggunakan sabun.
Pemisahan bahan mentah
Pisahkan penyimpanan dan penempatan daging mentah dengan sayuran.
Gunakan cutting board yang berbeda untuk daging mentah dan sayuran.
Cucilah tangan anda dengan sabun selama 20 detik setelah anda menyentuh daging mentah dan akan memotong sayuran atau meyentuh makanan yang akan dimakan tanpa di masak.
Tutuplah atau bungkus dengan baik dengan plastik bahan mentah yang akan disimpan dalam chiller.
Jangan menaruh sabun atau bahan kimia lain di dekat makanan. Tempatkan barang-barang tersebut di bawah/lantai, dan jangan lebih tinggi dari makanan atau daging mentah.
Tempatkan daging mentah di bawah sayuran atau makanan yang siap di sajikan.
Tempatkan ikan untuk sushi di tempat yang aman dan tidak di bawah daging mentah.

Amankah makan Ikan mentah?

Tradisi untuk memakan ikan mentah sudah ada sejak adanya peradaban manusia. Terkenanya penyakit keracunan makanan dapat disebabkan oleh makanan, baik yang mentah ataupun yang matang, yang tercemar organisme berbahaya atau zat kimia beracun yang hinggap di permukaan makanan melalui udara, air, debu, ataupun mahluk hidup (misalnya manusia atau serangga).
Sebagian besar penyebab terjadinya keracunan makanan adalah Bakteri phatogen. Bakteri phatogen akan berlipat ganda jumlahnya hanya dalam waktu 40 menit pada suhu ruangan. Makin banyak jumlah bakteri, makin besar kemungkinan seseorang terkena penyakit setelah memakan makanan tersebut.
Jadi, yang menjadi penyebab keracunan makanan adalah bukan bahan makanan itu sendiri, melainkan zat atau organisme yang mencemari makanan tersebut.
Menurut penelitian, jenis makanan yang sama sekali tidak dapat di makan mentah adalah segala jenis unggas seperti ayam, dan burung, dan babi karena dalam daging hewan hewan tersebut di temui bakteri atau organisme yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
Di lain pihak, Ikan dan hasil laut juga sayur-sayuran, sangatlah berguna bagi kesehatan apabila di konsumsi dalam keadaan mentah. Karena dengan memasak maka sebagian zat-zat essential itu akan hilang.

Manfaat Kesehatan dari Teh Hijau

Sumber:
Department of Food and Nutritional Sciences in University of Shizuoka, Hamamatsu College, Japan.

Mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh keracunan makanan.
Catechin yang terdapat pada teh hijau sangat efektif untuk membunuh bakteri-bakteri yang terdapat pada makanan dan juga menetralisir racun-racun yang dihasilkan bakteri-bakteri tersebut.

Mengurangi resiko terkena penyakit kanker.
Catechin disebutkan dapat mencegah pertumbuhan kanker.

Sangat baik untuk kesehatan mulut dan gigi.
Catechin menekan pembentukan karang gigi oleh cariogenic bakteri, sekaligus membunuh bakteri tersebut. Selain juga membunuh bakteri penyebab bau mulut, teh hijau juga mengandung natural fluorine yang mencegah terbentuknya karang gigi.

Menekan kadar kolesterol.
Catechin mencegah terjadinya penimbunan kolesterol.

Menurunkan tekanan darah tinggi.
Catechin membantu menekan pembentukan angiotensin II yang menyebabkan penyakit tekanan darah tinggi.


Menurunkan kadar gula dalam darah.
Catechin dan polysaccharides sangat efectif untuk menekan kadar gula dalam darah.

Memperlambat proses penuaan.
Teh hijau yang banyak mengandung vitamin E dan Catechin yang berperan sebagai zat antioxidant dapat memperlambat proses penuaan.

Manfaat Kesehatan Sushi dan Sashimi

Sushi dan sashimi merupakan makanan yang mayoritas bahannya adalah hasil laut. Menurut penelitian, hasil-hasil laut tadi banyak memiliki zat-zat essential seperti Omega 3, yang sangat diperlukan tubuh untuk mencapai kesehatan yang optimal. Adapun khasiat utama dari Omega 3 tersebut adalah, memperbesar pembuluh darah yang secara otomatis memperlancar peredaran darah. Selain itu juga sangat bagus khasiatnya untuk penyakit arthritis, dan asthma.

Kandungan Omega 3 banyak terdapat pada Tuna, dan Salmon. Yang paling banyak kandungan Omega 3 – nya adalah Toro, bagian perut ikan tuna.

Selain Omega 3, rumput laut yang merupakan bahan dasar dari Nori (Roasted Seaweed) banyak mengandung zat Antioxidant yang dipercayai sebagai zat yang mencegah penyakit kanker.

Juga yang menjadi pertimbangan utama bagi khalayak banyak adalah Cholesterol yang terdapat pada seafood. Cholesterol yang terdapat pada seafood adalah cholesterol HDL yang berkhasiat untuk mengurangi resiko terkena serangan jantung.

Proses untuk menjadi seorang sushi chef

Untuk menjadi seorang sushi chef, harus melewati tahap-tahap yang cukup rumit. Di jepang sendiri, diperlukan waktu sekitar 10 tahun untuk menjadi seorang sushi chef. Adapun tahap-tahapnya yaitu, sebagai sushi helper, sushi cook, kemudian barulah ia mendapat title sushi chef. Biasanya seseorang yang berminat menjadi sushi chef, berguru seperti halnya dalam dunia persilatan.

Fase sushi helper meliputi peraturan-peraturan kitchen untuk keamanan pekerjaan maupun makanan, penguasaan menu, jenis-jenis ikan, jenis-jenis makanan, dan istilah-istilah yang digunakan. Pada tahap ini seorang sushi helper mulai belajar untuk membuat roll, memasak nasi, mengasah pisau, memotong serta penguasaan teknik merawat sayur-sayuran.

Setelah melewati fase sushi helper, barulah diberi titel sushi cook. Di fase inilah sushi cook mempelajari teknik dasar memasak, memotong ikan, memilih ikan, teknik pembuatan nigiri, sashimi, teknik penyajian, teknik membuat tamago (telur yang dimasak berlapis-lapis), dan teknik merawat ikan. Dalam fase ini, kadang kala mereka mengikuti kursus merangkai bunga untuk mengetahui dasar-dasar teknik penyajian dan komposisi warna. Dalam fase ini, seorang sushi cook mulai dituntut untuk mempelajari dan memahami secara mendalam segala hal yang berkaitan dengan manajemen restoran seperti preparasi, pembuatan jadwal, dan teknik pembelian bahan-bahan.

Setelah melewati fase cook sushi, biasanya sang guru mengijinkan anak didiknya untuk berguru kepada rekannya untuk mengetahui teknik-teknik lain. Apabila sudah memahami beragam teknik, maka ia pun siap untuk memimpin suatu sushi bar dan diberi gelar sushi chef.

Sejarah Sushi

Jepang adalah negara yang terdiri dari beberapa pulau yang dikelilingi lautan yang kaya akan plankton karena pertemuan antara arus panas dan arus dingin. Perairan Jepang kaya akan hasil laut. Adapun topografinya adalah pegunungan yang telah dibentuk untuk lahan pertanian. Jepang selalu mengambil bahan pangan dari hasil pertanian dan hasil lautnya. Seni memasaknya menekankan akan apa yang alamnya sediakan. Sushi, yang merupakan kombinasi ikan mentah dan nasi yang dibumbui, merupakan makanan yang eksotis bagi orang asing, adalah makanan sehari-hari penduduk jepang.
Sushi berawal dari berabad-abad yang lalu sebagai metode pengawetan ikan. Diperkirakan sushi berasal dari negara-negara asia tenggara. Ikan mentah yang telah dibersihkan dipress antara lapisan garam yang di tindih dengan batu. Setelah beberapa minggu dan melewati proses fermentasi, ikan dan nasi tersebut dapat disantap.
Pada abad ke 18, chef bernama Yoke mempopulerkan nasi yang dibumbui dengan cuka, garam, dan gula, kemudian menghidangkannya bersama campuran lainnya seperti irisan ikan mentah. Ada dua jenis sushi yang berkembang pada saat itu berdasarkan bentuknya, Kansai dan Edo (sekarang menjadi Osaka dan Tokyo). Kansai region sushi adalah nasi sushi dan bahan lainnya yang di bentuk menjadi bentuk-bentuk dekoratif, sedangkan Edo style adalah ikan mentah yang di letakkan di atas nasi sushi yang juga di sebut nigiri sushi.